Selamat Datang dan Membaca Artikel Kami Perumahan Bekasi Jaya Indah Danita (BJI DANITA)

Selasa, 26 Agustus 2014

Monumen Sejarah dan Cagar Budaya Bekasi

Monumen Sejarah dan Cagar Budaya Bekasi
1. Monumen Perjuangan Rakyat ( Alun-alun Bekasi )
Monumen Perjuangan Rakyat ini terletak di Jalan
Veteran Kota Bekasi atau tepatnya di Alun-alun Depan Kantor
Polresta Bekasi. Monumen ini didirikan pada tanggal 5 Juli
1955. Dibuat dalam rangka menyambut HUT Proklamasi RI
ke-10 dan HUT Kabupaten Bekasi ke-5 tahun 1955.
Pembuatan monumen ini diprakarsai dan dibiayai oleh
Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Bentuk Monumen ini berupa tugu persegi lima terbuat dari
batu bata. Tinggi Tugu 5.08 cm termasuk dasar tugu
dikelilingi pagar tembok tinggi 1 meter dan masing-masing 3
meter juga persegi lima, dengan pengertian Pancasila.
Monumen ini didirikan untuk memperingati beberapa
peristiwa yang terjadi di Bekasi, yaitu :
a. Peristiwa bulan Agustus 1945
b. Peristiwa Awal bulan Pebruari 1950 ( Penentuan Resolusi
Rakyat Bekasi ).
2. Tugu Perjuangan Rakyat di Bekasi
Monumen ini didirikan pada tahun 1975 pada masa
pemerintahan Bupati Abdul Fatah, dan diresmikan oleh
Gubernur Daerah Tingkat I Propinsi Jawa Barat. Monumen ini
melambangkan perjuangan yang gigih dan patriotisme yang
tinggi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan daerah front
perjuangan di daerah Bekasi, sehingga monumen ini disebut "
Tugu Perjuangan Rakyat di Bekasi ", karena di wilayah Bekasi
berbagai penjuru pejuang datang dari wilayah lain berkumpul
dan berjuang mempertahankan.
Monumen ini terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi
( pada areal Stadion Bekasi ). Secara fisik, Monumen ini
terpancang lima buah tugu yang setiap bagian puncaknya
dibuat meruncing, masing-masing berhadapan satu sama lain
dan tingginya 17 meter, sebagai replika kelima sila Pancasila
dan gambaran komitmen untuk senantiasa memelihara
"persatuan dan kesatuan bangsa". Hal ini juga
menggambarkan begitu besarnya perjuangan rakyat Bekasi
dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.
Di Bagian tengah, terdapat kolam berbentuk 5 (lima) tiang
pancang yang melambangkan Pancasila. Di belakang
monumen ada relief perjuangan rakyat Bekasi mulai jaman
Tuan Tanah, Jaman Belanda, Jaman Jepang, Jaman
Kemerdekaan Repulik Indonesia sampai memasuki Jaman
pembangunan yang dipahatkan pada Batu semen persegi
panjang dan dari arah depan monumen terukir sebuah syair
seorang sastrawan Chairil Anwar yang ikut terjun langsung ke
medan perang di Bekasi. Disekitar kelima Tugu tersebut
terdapat kolam berbentuk persegi lima yang berisi air dengan
pancaran air mancur sebanyak 17 buah ( walaupun sekarang
ini tidak berfungsi lagi dengan baik ). Kolam dan air
gambaran akan nikmatnya Allah yang sangat besar bagi
daerah Bekasi.
3. Gedung Papak
Gedung bersejarah ini terletak di jalan Ir. H. Djuanda
Kota Bekasi, tepatnya di Bekas Areal Perkantoran Walikota
Bekasi. Gedung Papak merupakan salah satu bangunan
bersejarah yang turut memberikan kesaksian atas perjuangan
rakyat Bekasi pada masa Revolusi fisik. Secara historis,
Gedung Papak ini dahulu milik seorang keturunan Tionghoa
bernama Lee Guan Chin. Ia seorang pengusaha yang memiliki
banyak pabrik penggilingan berkas ( sekitar Bekasi dan
Karawang ). Namun, yang tinggi terhadap perjuangan rakyat
Bekasi. Bahkan, memiliki hubungan yang baik dengan gerakan
kerakyatan pimpinan K.H Noer Alie. Bahkan, Gedung Papak
ini diserahkan secara sukarela sebagai salah satu markas
perjuangan rakyat Bekasi. Pada Tahun 1982, Gedung papak
kemudian menjadi rumah dinas Walikota sejak masa Walikota
H. Soejono hingga masa H.Kailani
4. Tugu di Jalan KH Agus Salim Bekasi
Monumen berbentuk tugu ini terbuat dari batu
persegi yang pada bagian atasnya terdapat kepala dengan
sekelilingnya terdapat pecahan-pecahan peluru meriam,
mortir, granat tangan, dan kelongsong peluru ukuran 12,7
mm. Latar Belakang dari pembangunan tugu ini adalah
peristiwa aksi pembakaran kota Bekasi desember 1945 yang
dipicu oleh kemarahan Panglima Tentara Sekutu, Jenderal
Christison.
5. Masjid Agung Al-Barkah
Masjid ini dibangun pada tahun 1890 di atas tanah
wakaf milik Bahrun dengan luas 3000 meter persegi. Masjid
ini menjadi pusat syiar Islam dan menjadi area publik dengan
keindahan taman kota di Alun-alun Kota Bekasi.
6. Monumen Kali Bekasi : Last Japanese Standing in
Indonesia
Insiden Kali Bekasi, adalah peristiwa yang
menggambarkan kepatriotan rakyat Bekasi. 19 Oktober 1945,
meluncur kereta yang membawa tawanan Jepang menuju
Ciater (dipulangkan melalui lapangan udara Kalijati). namun,
pejuang Cikampek memerintahkan kembali ke Jakarta.
pejuang Bekasi sudah menunggu, di Stasiun Bekasi kereta
digeledah dan ditemukan senjata api. rakyat beringas, walau
awak kereta menghadang dan memperlihatkan surat perintah
jalan dari Menteri Subardjo dan ditandatangani Bung Karno,
rakyat Bekasi tetap menggelandang tawanan ke Kali Bekasi,
setelah maghrib, tawanan ditelanjangi dan dibantai. Kali
bekasi yang jernih memerah darah. pembangunan monumen
ini adalah simbol perdamaian dan cinta kasih. tiap tahun ada
peristiwa tabur bunga.
7. Gedung Tinggi
Gedung ini terletak di Jalan Hasanudin No.5
Tambun - Bekasi. Pemilik pertama gedung ini adalah
seorang Cina bernama Kouw Oen Huy (Kapitain).
Gedung tersebut berada di bawah pengawasan pemerintahan
Jepang sampai tahun 1945. kemudian setelah jepang
menyerah pada sekutu, gedung diambil alih oleh pemerintah
Indonesia dan pernah dijadikan kantor Kabupaten Jatinegara.
8. Monumen Bambu Runcing
Monumen ini terletak di Desa Warung Bongkok,
Kecamatan Cibitung. Monumen ini merupakan perlambang
daerah pertempuran kota bekasi dengan tentara sekutu
tanggal 13 Desember 1945. Monumen ini menyerupai bambu
runcing menghadap ke atas, panjangnya 2,92 meter, lebarnya
2,92 meter , sedangkan tinggi keseluruhan 5,56 meter.
9. Pondok Gede
Pondok gede merupakan sebuah bangunan sejarah
yang telah hilang. istilah daerah Pondok Gede berawal dari
penamaan bangunan tersebut. Bangunan ini berawal tahun
1775, seorang Belanda bernama Hooyman, dengan gaya
Eropa bercampur corak jawa. Kini, bangunan ini tinggal
sejarah, karena pada tahun 1990-an, digantikan dengan
proyek swalayan akibat ketidakpahaman tentang pelestarian
bangunan bersejarah.

Selasa, 04 Juni 2013

Cinta Alam Indonesia

 
 
CAI, dalam arti yang sebenaranya.
Kata CAI tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga para Muda-Mudi generus – dimana pun berada, terutama yang berada di tataran sunda – sebagai kata yang berarti “air”, atau ada juga yang membuat kepanjangan yang lain (yang juga menarik) dari kata CAI seperti pada artikel-artikel di blog ini bulan Juli lalu. Tapi, bukan itu yang saya maksud, yang saya maksud adalah CAI, kependakan dari Cinta Alam Indonesia yang sering terdengar ditelinga kita terutama pada bulan Juli setiap tahunnya. Dengan husnudzon bahwa kita semua sudah mengenal apa dan bagamana CAI ini (atau yang lebih dikenal dengan kemping CAI), menarik tampaknya untuk membuat tulisan mengenai Cinta Alam Indonesia dalam arti sebenarnya di bulan Agustus ini (sekalipun tidak ada hubungannya).
indonesia_map_500Alam Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan yang bisa kita dapatkan di bumi ini. Mengingat keindahan alam ini tentunya masing-masing dari kita akan langsung merujuk kepada tempat-tempat atau lokasi-lokasi yang indah, romantis dan menarik seperti perkebunan teh di Lembang, Subang, Pangalengan, atau alam Tangkuban perahu dan bahkan banyak tempat-tempat lainnya yang biasanya di pilih untuk pengajian UNIK.
Cinta Alam Indonesia diluar dari kegiatan penyampaian makalah dan kemping, tentunya harus selalu berada di dalam benak kita, tanpa mengenal waktu (bukan karena kemarin pulau kita diambil negara lain baru cinta kita menggebu-gebu), tanpa mengenal tempat (bukan karena sekarang tinggal di luar negeri baru kita cinta) atau keadaan (bukan karena kemarin ada acara muda-mudi di puncak baru kita cinta). Cinta alam indonesia itu harus mendarah mendaging, mbalung sum-sum, terutama dalam setiap aliran darah remaja Indonesia.
Semenjak sekolah dasar atau sekolah sebelum dasar. Kita semua sudah dihadapkan dengan alam yang begitu indah dan diajarkan mengenal alam Indonesia. Matahari yang bersinar setiap tahunnya, hujan yang datang pada waktunya sudah cukup menghasilkan hamparan keindahan di seluruh Indonesia. Ya, di seluruh Indonesia.
Kita semua tidak perlu meragukan bahwa alam indonesia sangatlah indah, luar biasa indahnya. Diciptakan oleh Alloh untuk kita tempati saat ini, seharusnya membuat kita sadar bahwa generasi muda lah yang akan menentukan bagaimana nasib alam kita ini kedepan. (Untuk mempermudah dalam mebayangkan, silahkan bayangkan daerah masing-masing).
Cinta terhadap alam merupakan bagian dari bentuk kesyukuran kita terhadap nikmat Alloh. Dan bersyukur tentunya harus dimulai dengan mengetahui dan merasakan nikmat itu sendiri. Berarti, untuk Cinta Alam Indonesia kita harus tau dan mengerti apa saja keindahan dan potensi yang kita “punya”. Jika kita ingin mengetahuinya secara detail, kita bisa dengan mudahnya telurusi melalui internet sekarang juga.
Sebagai remaja yang amat sangat diharapkan menjadi ‘generasi penerus’, perlu bagi kita untuk menanamkan dalam diri bahwa setiap tempat itu unik, setiap tempat itu punya potensi sendiri dan setiap tempat itu punya keindahan tersendiri. Bagi para generasi penerus, cinta akan alam indonesia bukan hanya sekedar tau dan cinta, tapi juga harus mampu melihat potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita sendiri dan mencoba menggunakan potensi itu.
Secara visual, alam Indonesia memiliki nilai yang amat sangat besar, baik pantainya, pulaunya, hutannya, dan lain sebagainya. Tapi akan sangat menyedihkan jika  ternyata –sebagai contoh- hanya pulau komodo saja yang oleh pemerintah di ajukan (baru diajukan) menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia dalam “new 7 wonder of nature”. Yang menakutkan adalah jika ternyata pulau komodo tidak masuk kedalam kategari “new 7 wonders” ini, yang berarti secara internasional alam kita tidak diakui memiliki keindahan yang luar biasa. Dan akhirnya, mana alam Indonesia yang kita banggakan???. Padahal, yang seharusnya terjadi adalah mulai dari gunung Bromo, hingga jalan Sersan Bajuri turut di daftarkan untuk berkompetisi menjadi tujuh keajaiban dunia dari segi alamnya.
Itu baru dari segi visualnya, bahwa kita punya, dan kita lihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa alam kita itu amat sangat bernilai. Bali sebagai contoh sudah menunjukannya kepada kita, bahkan kepada dunia betapa mereka punya alam yang luar biasa.
Namun, apakah cukup sampai disitu saja apa yang kita “punya”?. Tentunya tidak, karena itu baru sedikit dari apa yang kita “punya” karena itu baru yang terlihat saja (tanda kutip dalam kata ‘punya’, berarti kepunyaan kita yang semu). Di udara, kita punya matahari yang bersinar kurang lebih 12 jam setiap hari selama 365 hari (tidak seperti negara-negara sub tropik yang keahausan matahari, bahakan terkadang kita lihat sangat aneh bertelanjang dan berjemur di bawah terik matahari). Kita juga punya angin, sebagai salah satu sumber “green” energi yang sekarang oleh dunia mulai menjadi energi alternatif.
Dan itu belum semuanya, krena kita masih punya banyak sekali hal yang amat bernilai harganya, yang hingga saat ini mampu membuat ekonomi Indonesia bertahan, membuat kita semua dalam kondisi yang alhamdulilah sangat amat baik di bandingkan kebanyakan negara-negara di Central America, atau South America atau di Afrika. Salah satunya adalah apa yang ada di bawah kaki kita, yaitu berbagai sumber yang bernilai dan berlimpah ruah dari dalam bumi yang bisa digunakan untuk membangun Indonesia, dari mulai emas, berlian, bahan tambang, minyak bumi, yang semuanya membuat negara kita kokoh menjadi negara yang besar dan kuat.
Namun, apakah kita menyadari betul potensi-potensi yang kita punya?. Untuk sedikit ilustrasi, berikut saya tuliskan beberapa potensi besar alam Indonesia yang sangat diakui dunia:
  1. Minyak bumi : 1.046.920 barell /hari (data EIA, 2008) yang membuat Indonesia berada di posisi 21 teratas produksi minyak terbesar di dunia (Indonesia pernah menjadi anggota OPEC, sebagai negara yang mengekspor minyak dan ikut berperan dalam pengaturan harga minyak dunia, namun karena kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat dan produksi yang tetap, indonesia harus keluar dari OPEC dan menjadi negara pengimpor minyak) dan memilki hampir 5 (lima) triliun barrell perhari sebagai cadangan.
  2. Panas bumi : saat ini sekitar 992 MW yang sudah di gunakan dan menduduki posisi ke 3 di dunia (berarti jika satu rumah perlu lampu 60 watt, 992 MW bisa untuk menerangi 16 juta rumah). Sedangkan potensinya sendiri sangatlah sebesar, yaitu sekitar 280.000 MW yang berarti setiap orang di Indonesia (220 juta orang) punya jatah lebih dari 1000 watt – yang berarti tidak perlu lagi ada pemadaman listrik bergantian.
  3. dll (bersambung, karena terlalu panjang jika saya tuliskan semua)
capturingcarbon2231940215_7c213009eenews_924Itulah dua diantara sekian banyak (termasuk gas alam, bahan tambang, dll) sumberdaya Indonesia yang hingga saat ini belum di gunakan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Dengan potensi yang sekarang sudah mulai di optimalkan oleh pemerintah, sangatlah mungkin dan bukan omong kosong jika Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan alamnya yang Indah akan bisa dinikmati oleh siapapun di dunia ini.
Ternyata untuk saat ini, potensi alam yang amat sangat besar ini belum cukup dioptimalkan oleh Indonesia, baik visualnya maupun kandungannya untuk membangun kesejahteraan negara. Jangan bilang jika korupsi adalah sumber penyebabny, tapi juga perlu di lihat apakah kita sebagai “pemiliknya” sudah bisa menghargai apa yang kita punya?. Karena korupsi hanya sebagian kecil dari masalah yang ada. Dan tidaklah bijaksana jika hanya menyalahkan orang lain.
Sebagai generasi yang inovatif dan mengerti agama, tentunya mudah bagi kita untuk bisa berperan penting dalam peramutan “warisan” alam yang kita “punya”. Punya andil dalam hal yang kecil, yang setidaknya di mulai dari men-Cintai Alam Indonesia saja rasanya sudah menjadi hal yang sangat penting dan besar dalam zaman sekarang ini.
Akhirnya, CINTA ALAM INDONESIA yang kita selalu dengar, yang kita selalu ikuti ternyata punya makna yang luar biasa, punya makna yang luas bagi generasi penerus. Tidak hanya sekedar mengahasilkan makalah, membacakan malakah, camping, bernyanyi lagu nasional, meningkatkan rasa syukur, menambah semangat perjuangan, tapi didalamnya juga mengandung pesan yang sebenernya yaitu : Cinta Alam Indonesia.
 
 AKTIVITAS PECINTA ALAM (DI INDONESIA)
 > Mapala Universitas Indonesia
> PECINTA ALAM
>Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam
>Mahasiswa Pencinta Alam
> Kegiatan Alam Terbuka (KAT)
>Cintai Alam Indonesia
>Pramuka
>Rescue
 






Jumat, 14 Desember 2012

Majalah Nuansa Persada

Penerbit: Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Alamat Redaksi: Ruko Wisma Fatmawati No. 26 H, Jl. RS Fatmawati Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Pembina: Prof. Dr. KH. Abdullah Syam, M.Sc.; Drs. H. Ahmad Suarno, MM.,PhD.; Ir. H.P. Sunaryo, MSi. Pemimpin Redaksi: Drs. H.M. Hidayat Nahwi Rosul. Wakil Pemimpin Redaksi: Drs. H. Iskandar Siregar. Redaktur Pelaksana: Edy Irianto; H. Samudra Aryawan; Rully Kuswahyudi; Ludhy Cahyana. Redaktur Ahli: Ir. H. Abusyaifan A. Jabar Karim, MSc; H. Ahmad Kuntjoro, SE, MBA; Ir. H. Teddy Suratmadji, MSc; Ir. H. Zainal Asyikin Abbas; Dr. H. Bambang Kusumanto, MSC; H.R. Sunaryo, SH, MM; Ir. H. Rathoyo Rasdan, MBA; H. Aceng Karimulloh, BE, SE; dr. H. Agus Sudrajat; Dra. Nana P. Sunaryo; Dra. Hj. Sakinah Sugiharti; dr. Retno Widyani. Reporter: Zaenal Mukhid; Eko Sby; Joko; M. Syafei; Ibnu Anwaruddin; Rioberto Sidauruk, LC. Koresponden: Hendra Syahputra (NAD); Agus Purwanto; H. Selamat (Sumut); Murhidayat (Sumbar); Purnomo (Riau); Nurhamid Hadi (Jambi); H.M. Yunus Ciknang (Sumsel); Merry S. Jantan (Bengkulu); Wayan (Kepri); Heri; Iwan (Lampung); Ir. H. Eddy S; Ibnu Anwar (DKI Jakarta); Budiman; Inta S (Banten); Dra. H. Baharuddin, MBA (Jabar); H. Tjuk Suparno (Jateng); Wahyudi, MS (DI Yogyakarta); Drs. H. Bambang Purnomo, MBA (Jatim); Sutrisno (Bali); M. Ramadhani (NTB); Wahyu Winarto (NTT); M. Nurchosim (Kalbar); Bambang P (Kalsel); HKE. Waspodo (Kaltim); Imam Maftuh (Kalteng); Suyitno Widodo (Sulsel); H. Sudjono (Sulteng); L. Kadir (Sultra); Ir. Darwis Ali (Sulut); Sidin Laya (Gorontalo); Slamet Riyadi (Maluku); HM. Hasan; Muslim; Agus (Papua); Agus Irawan (Irian Jaya Barat); Ansar Abdjan, SPd (Maluku Utara). Fotografer: Roel; Muslih. Disain Grafis: Abdul Haqqu; EQ. Webmaster: Pahala Sibuea. Sekretaris Redaksi: Eko Mugianto; E. Budiyono; Tim Web LDII. Rumah Tangga: Sundaya Putra Prima. Pemimpin Umum: H.M. Soehartono Rijadi, MBA. Pemimpin Perusahaan: Ir. H. Irvan Yusuf. Sirkulasi & Iklan: Riaman Oesman, SH. Isinya cukup bervariasi. Ada wawancara tokoh, profil daerah, profil tokoh, wisata, konsultasi hukum, kesehatan, konsultasi agama, dan lain-lain. Beberapa nama rubriknya, antara lain, Lintas Persada; Tajuk; Nuansa Utama; Persada; Opini; Profil Usaha; Pendidikan; Wisata; Keluarga; Profil; Pesantresn; Wawancara; Jejak Islam; dan masih banyak lagi. Majalah yang tampak di blog adalah edisi No. 52/Volume X/Oktober 2008.

Rabu, 05 Desember 2012

LUGAS MEDIA NETWORK

Keterangan Tabloid LUGAS diterbitkan berdasar SIUPP No. 774 SK Menpen Th. 1998 dan UU Pers No. 40. Penerbit: PT International Media Dewan Redaksi: H. Nurfaizi, H. Edi H.Amir BS, Saprudin, H.Hanansyah, H.Nanang, M. Sirot, Saprudin, Z.Asyikin Abbas, Mahar Prastowo, Amir BS, Hartono, Taufik W. Alamat redaksi: Jl. Kerajinan No 2 Gajahmada Jakarta barat 11130 http://www.tabloidlugas.com/ Telp. 021-94696948 Fax. 021-5977701 HP 081585792280 BB 312BE661 Perwakilan / Biro LUGAS ada di Seluruh Kabupaten (33 Propinsi), ditambah beberapa biro luar Negeri. Bagi wilayah distribusi Hong Kong, Macau dan sekitarnya telah terbit edisi cetak setempat. LUGAS terbit cetak edisi nasional dan Regional, serta dikemaskinikan dalam versi online tabloidlugas.com. Setiap warga masyarakat dapat mengirimkan berita / informasi / pengaduan masyarakati dan undangan liputan melalui email : mahar.prastowo@gmail.com media_massa@rocketmail.com serta call center 081585792280 / 02194696948 dan PIN BB 312BE661 Pewarta LUGAS (Tabloid Lugas edisi cetak dan online) dilindungi UU Pokok Pers dan Keterbukaan Informasi Publik. Bagi masyarakat yang ingin menerbitkan informasi di media ini dapat langsung mengirimkannya melalui alamat email diatas. Sindikasi (Lugas Media Network): Media Online: www.peduli-indonesia.org www.generasiindonesia.com www.pewarta-indonesia.com www.mediaprofesi.com www.lugasnews.com www.merakyat.com www.peduliukm.com Media Cetak: FAMILIA PILKADA KUTIP V-NEWS Share! Wakatobi Explore Indonesia Indonesia-Q XPre MEDIAMASSA Anima-C ExpoNewsroom Papua Eye Tajuk Media Massa

Profil & Program ASQUHA

Merupakan sarana Mengaji (Belajar dan Mengajar) Al-Qur’an dan Al-Hadist melalui koneksi Internet. Artinya di mana pun anda berada, asalkan terdapat koneksi inetrnet, maka anda dapat mengikuti proses belajar dan mengajar ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Komunitas ASQUHA On-Line ini terbentuk sejak bulan Agustus 2008, yaitu di awali oleh rekan-rekan muslimin di daerah Denpasar BALI yang sedang menyelenggarakan Asrama Khataman Al-Qur’an Juz 21 s/d Juz 30. Dalam kegiatan tersebut untuk pertama kalinya di On-Line kan melalui Internet dengan menggunakan software TeamSpeak 2. Saat ini ASQUHA On-Line sudah dikembangkan dengan menggunakan software TeamTalk4 yg tidak hanya mendistribusikan suara, melainkan dapat mendistribusikan suara & gambar (video). Sehingga proses Belajar dan Mengajar Al-Qur’an dan Al-Hadist dapat menjadi lebih baik lagi. Alhamdulillah kegiatan ASQUHA On-Line mendapat respon yang positif dari beberapa komunitas di berbagai kota dan negara sehingga Team ASQUHA dapat menjalin kerjasama dengan kaum muslimin lain nya seperti : Denpasar Bali Pondok Syaairullah Jakarta Timur 3 Makasar Selatan Sydney Australia Bogor Selatan PPM Surabaya Jakarta Selatan 1 Tangerang Timur Japan Tangerang Barat Ngajine Sak Jagad Kilauan Fajar Islami PPM Bandung Timur FKMI Kota Semarang Tergabung sejak Agustus 2008 Tergabung sejak Januari 2009 Tergabung sejak Mei 2009 Tergabung sejak Agustus 2009 Tergabung sejak Desember 2009 Tergabung sejak Februari 2010 Tergabung sejak Juli 2010 Tergabung sejak Nopember 2010 Tergabung sejak Maret 2011 Tergabung sejak Maret 2011 Tergabung sejak April 2011 Tergabung sejak April 2011 Tergabung sejak Juli 2011 Tergabung sejak Juni 2011 Tergabung sejak Januari 2012 Semoga kegiatan ini dapat terus di kembangkan dan di lestarikan sehingga bisa bermanfaat dan barokah. Alhamdulillah, ASQUHA mengembangkan program pengajian online yang berguna bagi anggotanya. Adapun program tersebut adalah KFI (Kilauan Fajar Islami), KSI (Kilauan Senja Islami) dan ASQUHA in English. Apakah KFI? KFI adalah Kilauan Fajar Islami, merupakan program dari ASQUHA yang menyajikan Pengajian Online khusus Hadits Besar. KFI dimulai dari jam 05:00 sampai 06:00 WIB dengan pengajar yang sudah khatam di bidang-nya. KFI Bukhori merupakan perintis dari program KFI itu sendiri dan sudah dimulai sejak Juli 2011. Alhamdulillah sekarang, KFI menyajikan Hadits besar lainnya seperti Shohih Muslim,Sunan Nasai, Sunan Tirmidzi,Sunan Ibnu Majah, Sunan Abu Dawud, Adapun Pengajar KFI adalah Ustadz Yokie Safrul Majid Sugana mengajar Shohih Bukhori Juz 2 Ustadz Achmad Mushabir mengajar Shohih Muslim Juz 2 Ustadz Afrig Aminuddin mengajar Sunan Ibnu Majah Juz 1 Ustadz Febru Wasono, ST mengajar Shohih Muslim Juz 1 Ustadz Nanang Khusniawan, mengajar Sunan Tirmidzi Juz 1 Ustadz Rusmawan Abdul Rofiq,S PdI mengajar Sunan Nasai Juz 1 Ustadz Gamal Basuki Rahmat, ST mengajar Shohih Bukhori Juz 1 Ustadz Rizki Aulia Rahman, SPdI mengajar Sunan Abu Dawud Juz 1 Mulai Bulan Oktober 2012, ASQUHA menampilkan Pengajian Online dengan materi Al Qur’an (makna). Adapun yang mengajar adalah KH Shobirun Ahkam dari Yogyakarta. Apakah KSI? KSI adalah Kilauan Senja Islami, merupakan program dari ASQUHA yang menyajikan Pengajian Online khusus himpunan seperti Ahkam, Adillah dan Jannah Wa Nar. Semoga ASQUHA bisa menyajikan semua himpunan yang ada.Waktu Pengajian Online KSI hanya di sore hari. Adapun Pengajar dari KSI Ustadz Afrig Aminuddin mengajar Kitabu Jannah Wa Nar Ustadz Nurdin Bazar Amin mengajar Kitabu Adillah Ustadz Riedwan Nugroho mengajar Kitabu Ahkam. Apakah ASQUHA in English? ASQUHA in English adalah program dari ASQUHA yang menyajikan Pengajian Online dengan materi Al Qur’an yang disampaikan dengan Bahasa Inggris. Anda yang mau belajar Bahasa Inggris, silahkan mengikuti pengajian ini. Ustadz Nurdin Bazar Amin adalah pengajar untuk program ASQUHA in English. Insya Allah, ASQUHA tetap konsisten terhadap management waktu dan pengajarnya. Semua ini hanya di-niati karena ALLAH, semoga tetap Aman, Selamat, lancar, berkembang dan barokah. Alhamdulillah Jazaa Kumullahu Khoiro. Team ASQUHA On-Line asquha@yahoo.co.id

Touring SENKOM MITRA POLRI

Terima kasih kepada RO-LITE yang Telah ikut berpartisipasi dalam membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan touring SENKOM MITRA POLRI KORCAB BEKASI TIMUR DAN BEKASI UTARA - KOTA BEKASI, tanggal 3-4 juli 2010 dengan tujuan Cipayung - Jalan Raya Puncak - Kabupaten Bogor. Support by : SKP'86, RO-LITE Amdk, PRIMA DONUTS, EXTRA JOSS, NARITA TRANS, SARI ROTI, BOTI BOTI

Senkom Kembangkan Koperasi Nasional Trikora

JAKARTA, BANGKAPOS.COM--Sentra Komunikasi (Senkom) sebagai mitra Polri merupakan kegiatan kemasyarakatan dalam bentuk sosial, namun Senkom mulai memberikan image untuk melatih kemandirian anggotanya yang sekarang mulai menggerakan sumber daya manusia. Senkom sekarang tidak hanya bergerak dalam bidang sosial akan tetapi mulai mengepakan sayapnya di bidang perekonomian khususnya bagi setiap anggotanya. Dimana badan usaha koperasi ini dapat meningkatkan ekonomi para anggota dan memberdayakan potensi ekonomi masyarakat luas yang pada akhirnya membantu program pemerintah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, demikian diakatakan Umar Hadiwijaya selaku General manager koperasi Nasional Trikora. Maka dengan berdirinya koperasi Nasional dengan nama KOPERASI NASIONAL TRIKORA, yang beralamat Sekretariat: Jl. Kerajinan No 2 Lt 3 Gajah Mada- Jakarta Barat. Koperasi Nasional ini bekerjasama dengan The Green coco Island yang bergerak dibidang5 Star Agroindustrial Export Claster.(ddy) [caption id="attachment_6570" align="alignleft" width="400" caption="ww.koperasitrikora.com/bp.blogspot.com"][/caption]